Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 09 Juni 2017

Tag: , , , , , , , , , , ,

PUASA DAN BEBERAPA HIKMAHNYA

image: zamzamialmakki (c) 2012

Secara khusus, puasa sudah sangat familiar bagi muslim Indonesia. Ia adalah satu dari sekian ibadah yang diajarkan dalam agama Islam yang rahmatan li al-‘aalamiin. Namun demikian, pada hakikatnya puasa ini tidak hanya ada dalam tradisi keagamaan Islam saja. Beberapa agama lain juga mengajarkan umatnya untuk melaksanakan ibadah ini, meskipun dengan beberapa perbedaan dalam tata laksananya.
Dalam bahasa Sansekerta, puasa berasal dari dua kata, yaitu: upa dan wasa. Upa, semaca perfiks yang berarti dekat dan wasa yang berarti Yang Maha Kuasa. Jadi, upawasa atau yang kemudian pengucapannya berubah menjadi puasa, adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Dalam agama Islam, puasa dilaksanakan dari sejak fajar terbit di ufuk timur, dan berakhir saat matahari terbenam di belahan bumi bagian barat. 
Di sepanjang waktu itu, orang yang berpuasa dilarang untuk melakukan berbagai perbuatan yang dapat membatalkan puasanya, seperti makan, minum, jimak dan lain sebagainya. Orang yang berpuasa pun dituntut untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktifitas sehari-harinya. Karena, apabila melakukan suatu kesalahan atau tidak berhati-hati maka puasanya hanya akan berakhir sia-sia. Kenapa sia-sia? Sebab, pahala puasa bisa lenyap tak berbekas karena kesalahan tersebut, sehingga pelakunya hanya akan mendapatkan rasa lapar dan haus saja. 
Di dalam artikel ini penulis akan mencoba membahas beberapa hikmah di balik ibadah puasa ini sesuai dengan ajaran agama Islam. Dalam agama Islam, terdapat dua macam puasa yaitu puasa wajib dan puasa sunnah. Puasa wajib adalah puasa yang harus dilaksanakan semua umat islam yang telah memenuhi syarat wajib puasa dan apabila ditinggalkan tanpa ada dhorurot tertentu maka akan menimbulkan dosa. Puasa wajib ini masih terbagi lagi menjadi beberapa macam yaitu puasa Ramadhan, puasa qodho, puasa kafarah dan puasa nadzar. Sedangkan puasa sunnah yaitu puasa yang apabila dikerjakan maka akan mendapat pahala namun apabila ditinggalkan pun tidak akan menjadi masalah. Macam-macam puasa ini seperti puasa senin-kamis, puasa arofah, puasa syawal dan lain-lain.
Terkait dengan puasa di bulan Romadlon, yang merupakan rukun Islam ketiga, Allah SWT telah memerintahkannya dalam Surah al-Baqoroh ayat 183 :
Dalam ayat tersebut sudah jelas Allah SWT mewajibkan orang-orang yang beriman untuk berpuasa. Lalu, untuk apa Allah SWT memerintahkan umatnya untuk berpuasa? Setiap apa yang diperintahkan Allah pastilah mempunyai maksud dan hikmah tersendiri. Termasuk perintah untuk berpuasa ini.
Setelah dipelajari dan diteliti, ternyata terdapat banyak hikmah dari puasa itu dari berbagai aspek. Apabila seorang umat menjalankan ibadah puasa dengan sungguh-sungguh dan ikhlas lillahi ta’ala pastilah bisa merasakan hikmahnya. Adapun hikmah puasa terutama puasa bulan Romadlon apabila dipandang dari berbagai aspek:
A. Aspek Agama dan Spiritual
1) Puasa sebagai cara untuk mendekatkan diri dan bertakwa kepada Allah dengan menjalankan kewajiban dan meninggalkan laragan-Nya. Secara jelas Al-Quran menyatakan bahwa tujuan puasa yang hendaknya diperjuangkan adalah untuk mencapai ketakwaan atau la'allakum tattaqun. Dari hikmah tersebut agaknya perlu digarisbawahi beberapa penjelasan dari Nabi Saw. misalnya, "Banyak di antara orang yang berpuasa tidak memperoleh sesuatu dari puasanya, kecuali rasa lapar dan haus." Ini berarti bahwa menahan diri dari lapar dan dahaga bukan tujuan utama dari puasa.
2) Melatih kejujuran seorang Muslim. Dalam sebuah hadis qudsi, Allah berfirman, "Semua amal putra-putri Adam untuk dirinya, kecuali puasa. Puasa adalah untuk-Ku dan Aku yang memberi ganjaran atasnya." 
Maksudnya adalah bahwa puasa merupakan rahasia antara Allah dan pelakunya sendiri. Jadi kan setiap manusia yang berpuasa dapat bersembunyi untuk minum dan makan? sebagai manusia, siapa pun yang berpuasa, memiliki keinginan untuk makan atau minum pada saat-saat tertentu dari siang hari puasa? Jadi memang bahwa puasa mampu melatih seorang muslim untuk jujur. Di sini disimpulkan bahwa orang yang berpuasa akan melatih dirinya untuk melakukan kejujuran, melakukannya jujur karena Allah Swt. 
3) Puasa sebagai penyuci jiwa (tazkiyah lin nafs) membersihkan hati dari akhlak yang tercela. Puasa juga menghilangkan kesombongan dan keangkuhan diri, sebab rasa kenyang dan menuruti hawa nafsu akan membawa orang kepada kejelekan, kesombongan dan keangkuhan. Hal tersebut karena ketika manusia membutuhkan perkara-perkara ini, ia akan sangat sibuk untuk mendapatkannya. Dan jika ia telah memiliki semua itu, timbullah pandangan bahwa ia telah beruntung dan menjadi lebih tinggi dari yang lainnya. Selain itu juga dengan berpuasa seorang muslim akan mampu berkonsetrasi untuk bertafakur dan berdzikir mengingat Allah, hikmah dari tidak mengikuti hawa nafsunya.
4) Dari segi ibadah, puasa merupakan bentuk ibadah badaniyah yang utama dan sangat dicintai oleh Allah sebab di dalamnya terkumpul tiga macam kesabaran, yaitu:
a) Sabar melaksanakan ketaatan kepada Allah.
Sabar menahan rasa lapar dan haus dari shubuh hingga maghrib
b) Sabar menjauhi kemaksiatan kepada Allah.
Selain menahan rasa lapar dan haus seorang yang berpuasa di bulan ramadhan juga di perintahkan untuk menjaga lisan dan anggota tubuh lainnya "Bukanlah puasa itu hanya sekedar menghentikan makan dan minum tetapi puasa itu ialah menghentikan omong-omong kosong dan kata-kata kotor." (H.R.Ibnu Khuzaimah)
c) Sabar atas takdir Allah yang dirasakan pahit.
Dengan puasa, seorang hamba mendekatkan diri kepada Allah dengan meninggalkan beberapa perkara yang disenangi dan dicintainya berupa makanan, minuman. Dengan ini tampaklah kejujuran imannya, kesempurnaan penghambaannya, dan kekuatan cinta dan pengharapannya kepada Allah.
B. Aspek Sosial
1) Secara tidak langsung, puasa membiasakan seseorang untuk berlaku disiplin, bersatu, cinta akan keadilan dan kebersamaan, juga dapat menciptakan perasaan kasih sayang dalam diri orang-orang beriman serta memotivasi mereka untku berbuat bajik juga mencegah masyarakat atas perbuatan jahat dan perusakan dalam kehidupan.
2) Dengan berpuasa maka para pengusaha, orang kaya, bos ataupun milyarder bisa menyadari atas kenikmatan Allah yang telah dikaruniakan kepada mereka sungguh tak terhingga, disaat yang sama banyak orang-orang miskin yang tak mendapatkan sisa-sisa makanan, minuman dan tidak pula menikah. Dengan terhalangnya mereka fakir miskin untuk menikmati beberapa kenikmatan tersebut diatas maka keadaan seperti ini pun tentu akan sama dirasakan oleh mereka orang orang kaya saat tidak melakukan aktifitas makan dan minum mulai pagi hingga malam (puasa). Pada puncaknya peranan zakat fitrah akan benar-benar dijadikan sebagai salah satu alasan kepedulian sosial. Sementara sodaqoh bisa dijadikan media rutinitas sebagai bentuk rasa peduli terhadap golongan fakir miskin. Intinya puasa mendidik setiap individu untuk lebih peduli terhadap sesama umat manusia sehingga bisa menimbulkan rasa belas kasih kepada yang tidak mampu yang akan terwujud dengan sodaqoh dan zakat.
3) Puasa juga bisa mempersempit jalan aliran darah yang merupakan jalan setan pada diri anak Adam, ketahuilah bahwasannya Syaitan/setan masuk kepada manusia melalui jalan aliran darah, maka dengan berpuasa umat muslim akan lebih aman terhindar dari nafsu syahwat dan nafsu amarah. Nabi Muhammad pun telah menyarankan kepada umatnya supaya melaksanakan puasa jika belum mampu menikah sebagai benteng untuk membendung hawa nafsu syahwat.
C. Aspek Kesehatan
Apabila kita menjalankan puasa dengan benar dan teratur. Dalam arti berpuasa namun juga tidak meninggalkan sahur dan kondisi tubuh dalam keadaan sehat. Maka berpuasa ini juga dapat memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan tubuh, antara lain:
1) Mencegah dari tumor. Rasa lapar yang dirasakan orang sedang berpuasa akan bisa menggerakkan organ-organ internal di dalam tubuh untuk menghancurkan atau memakan sel-sel yang rusak atau lemah untuk menutupi rasa lapar. Maka hal ini adalah saat yang bagus bagi tubuh untuk mengganti sel-selnya dengan sel-sel yang baru sehingga bisa kembali berfungsi dan beraktivitas. Dengan hal itu juga bisa menghilangkan organ-organ yang sakit dan memperbaharuinya. Dan puasa juga berfungsi menjaga badan dari berbagai penambahan zat-zat berbahaya, seperti kelebihan kalsium, kelebihan daging dan lemak. Juga bisa mencegah terjadinya tumor ketika awal-awal pembentukannya.
2) Menjaga kadar gula dalam darah. Puasa memberikan kepada kelenjar pankreas kesempatan yang baik untuk istirahat. Maka, pankreas pun mengeluarkan insulin yang menetralkan gula menjadi zat tepung dan lemak yang kemudian dikumpulkan di dalam pankreas.
3) Baik bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Berpuasa memiliki dampak yang sangat baik bagi jantung, ketika berpuasa, tubuh kita ternyata melakukan peningkatan HDL dan penurunan IDL yang menurut penelitian “chronobiological” ternyata hal tersebut merupakan hal yang sehat bagi jantung dan pembuluh darah.
4) Kekebalan tubuh menigkat. Bukannya lemas sehingga menjadi gampang sakit, ternyata puasa justru meningkatkan kekebalan tubuh. Hal ini didukung oleh penelitian yang bahkan sudah umum, yaitu mengenai: ketika seseorang sedang berpuasa maka akan mengalami peningkatan limfosit sampai dengan sepuluh kali lipat dalam tubuhnya, hal memberikan pengaruh yang besar terhadap sistem imuitas tubuh, sehingga puasa justru menghindarkan kita dari berbagai virus dari lingkungan luar/makanan yang tidak baik.
5) Sehat bagi ginjal. Ginjal merupakan penyaring zat berbahaya apapun yang kita makan dan minum dan berpuasa membuat ginjal semakin sehat, mengapa? Karena fungsi ginjal akan maksimal apabila kekuatan osmosis urin mencapai 1.000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air, dan salah satu cara adalah dengan mengurangi asupan air yaitu ketika berpuasa.
Sebenarnya masih banyak hikmah dan manfaat puasa yang lain dalam bagi kehidupan manusia. Namun, mungkin itu saja yang bisa penulis paparkan. Maka dari secuil paparan manfaat dan hikmah puasa tersebut dapat kita simpulkan bahwa ibadah puasa memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia khususnya yang menjalankannya. Tidak salah jika Allah mewajibkannya kepada umat islam di bulan Ramadhan untuk menjalankan puasa sebulan penuh, karena begitu banyak manfaatnya. Dengan menjalankannya maka kita dapat menerima pahala dari Allah dan juga mendapat kehidupan yang lebih baik.
Semoga ibadah puasa kita, terutama di bulan Romadhon yang mulia ini, diterima oleh Allah SWT dan kita semua senantiasa diberikan oleh Allah SWT kemudahan dalam menjalankan perintah-perintah-Nya dan dianugerahi kekuatan menjauhi larangan-larangan-Nya. Amin.

Ahmad Sholihin Hafi, Alumni MA Unggulan Al-Imdad Bantul dan Pondok Pesantren Al-Imdad Bantul, sekarang Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan menetap di Asrama Putra FKIK UIN Jakarta. Satu dari beberapa santri alumni #AmazingAlimdad yang menerima Program PBSB Kemenag RI 2016.

About Yusuf Anas

Selamat Datang di Website Resmi Pondok Pesantren Al-Imdad Bantul DI Yogyakarta.