Diberdayakan oleh Blogger.

15 Maret 2017

METODE MENCINTAI ALLAH (MAHABBATULLAH)

Sebagai umat muslim, mencintai Allah SWT merupakan suatu kewajiban yang harus kita perlihatkan di dalam kehidupan kita sehari-hari. Cinta di sini bukanlah cinta yang hanya diucapkan melalui lisan belaka, melainkan cinta yang disertai dengan pembuktian yang nyata di dalam akhlak dan tingkah laku kita sehari-hari. Secara sederhana, mencintai Allah SWT dapat dibuktikan dengan cara mentaati segala sesuatu yang diperintahkan Allah serta menghindari dan menjauhi segala sesuatu yang dilarang-Nya.
Published: By: Santri Al-Imdad - 05.31

07 Februari 2017

PSB Al-Imdad 2017/2018


Jadwal Penerimaan Santri Baru 2017/2018

TAHAP
GELOMBANG 1
GELOMBANG 2
GELOMBANG 3
Pendaftaran
5 Februari – 
31 Maret 2017 *
1 April – 
11 Juni 2017 *
12 Juni – 
1 Juli 2017 *
Tes
2 April 2017
11 Juni 2017
2 Juli 2017
Pengumuman Hasil Tes
9 April 2017
12 Juni 2017
3 Juli 2017          
Angsuran Pertama Daftar Ulang
9 April – 23 April   2017
12 Juni – 2 Juli 2017
3 Juli – 15 Juli 2017
Pertemuan Wali Santri
15 Juli 2017
 Pukul 09.00 WIB
15 Juli 2017
 Pukul 09.00 WIB
15 Juli 2017
 Pukul 09.00 WIB
Masuk Pesantren
15 Juli 2017
 Pukul 13.00 WIB
15 Juli 2017
 Pukul 13.00 WIB
15 Juli 2017
 Pukul 13.00 WIB
* Pendaftaran dapat dilakukan melalui website ini atau datang langsung pada saat TES.

Informasi PSB 2017/2018

1. Berusia maksimal 14 tahun untuk pendaftar MTs dan 17 tahun untuk pendaftar MA
2. Sehat jasmani dan rohani
3. Mengisi Formulir Pendaftaran
4. Menyerahkan fotocopy akte kelahiran (1 lbr)
5. Menyerahkan fotocopy kartu keluarga (1 lbr)
6. Menyerahkan Surat Keterangan NISN/Nomor Induk Siswa Nasional (1 lbr)
7. Menyelesaikan biaya pendaftaran dan seleksi
8. Gelombang I   = Rp.   50.000,-
9. Gelombang II  = Rp. 100.000,-
10. Mengikuti tes tulis dan wawancara
11. Jika ternyata pendaftar terbukti tidak lulus sekolah maka secara otomatis dinyatakan gugur.

Materi TES

Madrasah Tsanawiyah
Baca Tulis Al-Qur'an, Tes Potensi Akademik, dan Wawancara
Madrasah Aliyah
Baca Al-Qur'an, Tes Potensi Akademik, Wawancara dan Tes Tulis (Nahwu, Shorof, Bahasa Arab)
Published: By: Santri Al-Imdad - 06.18

28 Agustus 2016

Ahmad Kian Santang Menangkan Emas di KSM Nasional 2016

Bantul, 28 Agustus 2016
Ahmad Kian Santang adalah Santri Pondok Pesantren Al Imdad Bantul. Lahir di Sleman pada tanggal 30 Juni 2002, Kian adalah putra pertama dari pasangan Arosin Suryanto, S.Si dan Ade Rokayah, S.Ag yang beralamat di Jl. Turi No. 3 RT 044 Labasan Pekembinangun Pakem Sleman.

Dalam kesehariannya, santri ini dikenal sebagai pribadi sederhana dan lugu. Namun, di balik kesederhanaan dan keluguannya, Kian ternyata menyimpan prestasi yang layak dibanggakan dan wajib disyukuri.  Dalam ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Nasional di Pontianak tanggal 23-27 Agustus 2016 lalu, ia mampu meraih MEDALI EMAS di bidang Biologi tingkat MTS. Tidak hanya itu, ia juga meraih Penghargaan The Best Overall di Mapel Biologi yang diikutinya.

Published: By: Yusuf Anas - 15.13

18 April 2016

Dalam Keterbatasan, Dua Santri Rajai Hasil UAMBN Se-DIY


18 April 2016
Bantul, NU Online.
Sejak awal berdirinya, Madrasah Aliyah (MA) Unggulan Al-Imdad Bantul terus menorehkan prestasi. Mulai dari Lomba Kader Kesehatan, Lomba Hadroh Kreatif, Aksioma (Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah) hingga MQK, Pospeda, dan MTQ.

Yang terkini, MA berbasis pesantren ini berhasil menempatkan dua santrinya di posisi tertinggi hasil Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) MA 2016 DI Yogyakarta, atas nama Ananta Prayoga Hutama Syam dan Ahmad Fahmi.

Published: By: Yusuf Anas - 21.30

15 April 2016

Soal Kesehatan, Santri Ini Taklukkan 102 Santriwati Bantul

15 April 2016
Muhammad Yusuf Anas
Bantul, NU Online
Nur Laily Fauziah, santri Pesantren Al-Imdad Bantul menjadi yang terbaik dalam Lomba Kader Poskestren Santri Siaga 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Rabu (13/4). Melewati tiga babak sengit, Nur Laily berhasil menyisihkan 102 peserta dari pesantren-pesantren seantero Bantul.

Di babak pertama, Nur Laily yang juga tercatat sebagai siswi MA unggulan Al-Imdad itu harus menjawab 50 soal tertulis. Ia berhasil terpilih bersama sembilan peserta lain untuk maju ke babak kedua, babak wawancara. Di babak ini, para peserta harus menghadapi cecaran pertanyaan dari dewan juri terkait lima materi uji seperti Lima Tatanan PHBS, Persiapan Pra Nikah, Pesantren Berwawasan Lingkungan, Bahaya NAPZA dan Kawasan Dilarang Merokok, serta Kesehatan Reproduksi Remaja dan IMS.

Published: By: Yusuf Anas - 21.07